
Namun ada satu yang saya pribadi sayangkan dari lagu Terukir Di Bintang yang menjadi paling populer di album terbarunya ini. Mari kita lihat realistis dalam lirik lagunya, dan cermati dengan baik baik setiap kalimat dalam liriknya
Diawal mus kira lagu ini menceritakan seorang yang tidak punya apa-apa namun ia tulus mencintai seorang yang ia kasihi. Eh ternyata setelah dicermati lagi, liriknya mengisahkan seorang yang pelit dan sombong mencintai seorang dengan cara digantung. Kenapa mus sebut pelit? Baca lirik awalnya, “Jika engkau meminta intan permata tak mungkin kumampu, Tapi sayang kan ku capai bintang dari langit untukmu” Betapa tidak mus sebut pelit orang ini, karena mencapai bintang saja mampu, masak memberi intan berlian saja tidak pernah mampu?.
Lantas kenapa mus bilang sombong? Baca kalimat berikutnya “Jika engkau minta satu dunia akan aku coba”. Byuh orang emas berlian saja gak pernah bisa ia dapat, eh ini malah bilang jika ada yang minta satu dunia mau dicoba untuk diberikan. Walah terus mus tinggal dimana dong? Ngontrak? Dimana? Kan dunianya sudah mau diberikan. Tapi tenang, mus salut kok sama Yuna, karena akhirnya mampu berealita dibelakangnya, dengan bait lirik terakhirnya “Terukir di bintang tak mungkin hilang cintaku padamu” Memang sih selama ini banyak yang tidak tahu bahwa bintang itu memang lebih besar dari planet-planet yang lain bahkan lebih besar dari bulan. Sangking besarnya bintang sampai cahayanya bisa kita nikmati setiap malam.
Namun lagi-lagi lirik itu justru membuat mus berpikir ganda, karena kenapa harus di Bintang? bukan dihati saja, dekat dan lebih jelas. Kalau diukirkan dibintang apa gak sama saja, lirik ini meminta kekasihnya pergi jauh, apalagi diperjelas dengan kalimat “Jangan kau persoalkan siapa dihatiku”. Mungkin kalau kalimat “Terukir di bintang tak mungkin hilang cintaku padamu” itu diubah dan berbunyi “Tertulis di langit kaulah jodohku untuk selamanya”. Itu lebih asyik dan realita, apalagi bagi seorang muslimah seperti Yuna.
Sebenarnya soal lirik ini tidak hanya dialami Yuna saja, meainkan banyak juga band-band Indonesia yang mengalami ketidak sesuaian kandungan lirik dengan apa yang ada dan tingkat khayalnya terlalu aneh dan justru membuat lagu itu sendiri menjadi kacau. Tapi kenapa mus mengorek habis, lirik Yuna? Apa mau berperang dengan rakyat Malaysia? Oh tentu tidak, justru ini adalah masukan dari mus agar lagu-lagu Yuna terus berkembang dan lebih nyaman lagi baik dari segi lirik dan musiknya. Justru saya korek habis ini karena saya suka dengan aransemen musik Yuna yang nyaman didengar namun kenyamanan itu terganggu ketika mus mencoba memahami lirik lagunya. Saya justru salut dengan Yuna, penyanyi pop yang berani tampil beda. Dengan berhijab, dengan bernyanyi dan bermain gitar. Salut, dan terus berkarya Yuna, mus suka permainan musik lembut dari lagu-lagumu.
Terakhir, pesan saya untuk siapa saja yang suka menciptakan lirik lagu, tolong dipahami dan dibaca lagi lirik lagu itu dengan baik dan benar, apakah sesuai apa yang ada dengan apa yang ditulis? Agar tidak terjadi kerancauan pemahaman dipihak pendengar, seperti yang mus alami pada lirik lagu Yuna ini salah satunya dan masih banyak lagi yang lainnya. Aransemen musiknya keren, masak liriknya keterbelakangan. Mari ajarkan hal-hal yang baik dalam lirik-lirik lagu yang anda buat. Terus berkarya dan semangat.
Salam mus -penikmat musik-
NB: Bagi pendengar jangan hanya mendengar lalu jingkrak jingkrak saja, tapi selami dan ambil pelajaran dari apa yang anda dengar. Foto diambil dari Oh Bulan, sedangkan video diambil dariYoutube
Komunitas baru yang muncul ditengah kerajaan Saudi Arabia, yang digagas oleh cendikia-cendikia muda Indonesia di King Saud University. Dideklarasikan 20 Mei 2011. Demikian terlampir surat deklarasinya
DEKLARASI
JARINGAN ISLAM NASIONAL (JIN)
…………………………………………………………….
“Anti Sekularisme, Liberalisme, dan Fanatisme”
Falsafah Perjuangan
Jaringan Islam Nasional adalah komunitas pemuda Islam yang bergerak membangun persatuan ummat. Memberikan solusi bagi perpecahan dan perdebatan ummat yang tidak kunjung usai serta menghadirkan sebuah paradigma baru menuju kejayaan Islam di Indonesia sebagai pusat Peradaban Dunia. Read the rest of this entry »
Sepak bola sudah banyak membius jutaan manusia, hadirnya memberikan banyak keuntungan baik bagi pemainnya, dan sekitarnya. Sepak bola tak bisa lepas dari saling rebut dan ingin saling mengahalahkan. Sama halnya dengan apa yang kita lihat kali ini. Pesepakbolaan tanah air sedang di landa peperangan dua kubu besar. Satu kubu yang menamakan dirisnya PSSI Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia yang layaknya dulu pernah saya sebut sebagai Perkumpulan Syetan Syetan Indonesia. Dan di kubu lain ada lembaga baru yang bernamakan LPI.
Disini saya tidak ingin membela salah satu dari mereka, namun yang ingin saya tindak lanjuti adalah. Mengapa PSSI bisa melarang LPI untuk melakukan turnamen yang dia selenggarakan? Apa PSSI rugi besar bila klub klub tidak main lagi di ISL? Atau PSSI merasa ISL tidak laku dengan adanya turnamen LP? Sekarang mereka (PSSI) pasi jawabannya kesana kemari tidak jelas apa maksudnya. Ujug-ujug sekarang bawa surat klaim dari FIFA yang menugaskan PSSI harus segera menindak lanjuti masalah LPI. Hey bung abung yang duduk diatas, Sebenarnya yang bodoh ini siapa toh? rakyat atau pemerintahannya? Kita sudah dengar kemarin bahwa menteri olah raga tidak melarang diselenggarakannya LP, terus rakyat juga tidak berontak ataupaun tawuran dengan adanya LP. Lha ini kok malah orang orang atasnya yang ribut kalang kabut. Read the rest of this entry »
Sejalan dengan terjadinya perkembangan yang luas di dunia nyata, munculnya ero tekhnologi yang sangat cepat merambat dataran bumi, hari ini kita seakan menjadi masyarakat yang sangat berketergantungan pada sesuatu yang bernama tekhnologi. Terutama dalam bidang dunia maya, dunia ini telah merambah masyarakat virtual yang dahulu masih mengandalkan hal hal yang nyata untuk memberitakan dan memberitahu keinginan mereka diantara mereka. Namun kini dunia maya sudah membuat perubahan yang sangat besar sampai sampai menjadikan kita sebagai masyarakat non-virtual yang tidak bisa lepas dari dunia maya. Read the rest of this entry »
Ya inilah yang saya lihat sering terjadi di kalangan masyarakat indonesia, terutama petingginya. Mereka bicara ini itu, tapi tanpa melihat apa yang terjadi di sekitarnya. Pernah saya temui di kalangan terbawah struktur pemerintahan Read the rest of this entry »